FFKHN 2018, Aula Pemkot Balikpapan

Siswa SMK NU Balikpapan Ikuti Keseruan Roadshow FFKHN BPK RI dan USAID

Sabtu 5 Mei 2018, siswa-siswi SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan mengikuti rangkaian kegiatan roadshow Festival Film Kawal Harta Negara (FFKHN) 2018 di Aula Pemerintah Kota Balikpapan.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) bekerja sama dengan United States Agency for International Development (USAID)-CEGAH dalam rangka meningkatkan kesadaran publik terhadap peran dan fungsi BPK serta mendorong partisipasi publik dalam menginformasikan peran dan fungsi BPK.

Dalam roadshow FKKHN itu diisi serangkaian program yang menarik, diantaranya workshop video Citizen Journalism yang dipaparkan oleh Produser Senior NET.TV Thomas Helda, pengetahuan mengenai perfilman khususnya penyutradaan sebuah film yang dipaparkan oleh Sutradara muda ternama Danial Rifki, pengenalan tentang USAID-CEGAH dan Badan Pemeriksa Keuangan (BKP) RI.

Thomas Helda dalam paparannya menjelaskan bahwa hadirnya internet mengubah berbagai hal, termasuk dalam dunia jurnalisme, semua orang bisa melakukan liputan jurnalistik. Menurutnya, ada beberapa hal penting terkait citizen journalisme yaitu citizen adalah laporan pandangan mata, melengkapi laporan wartawan profesional, informasi menarik, serta sebagai sebuah promosi dan branding personal.

Sementara sutradara film Haji Backpaker, Meet Me After Sunset, Tanah Surga Katanya dan beberapa film lain, Danial Rifki, banyak menjelaskan bagaimana memperoleh ide cerita yang baik untuk dibuat film, baik untuk film dokumenter maupun fiksi.

Setelah jeda istirahat siang, beberapa tokoh hadir untuk memberikan sambutan dan apresiasi terhadap penyelenggarakan festival film tersebut, diantaranya Anggota VI BPK Harry Azhar Azis, Kepala Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur BPK RI Ir. Raden Cornell Syarief Prawiradiningrat, M.M.,  perwakilan pemerintah Kota Balikpapan Sekda Kota Balikpapan Sayid M. Nurfadli, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional BPK RI, R. Yudi Ramdan Budiman, dan Perwakilan USAID-CEGAH, Lisnawati dan lain sebagainya.

Selanjutnya diisi dengan banyak penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan USAID-CEGAH bersama BKP RI dalam menyenggarakan festival film Kawal Harta Negara tersebut. Disela-sela kegiatan, juga diputarkan beberapa karya film hasil Festival Film sebelumnya dan dokumentasi keseruan kegiatan FFKHN di Aceh dan Surabaya.

Hanya 6 kota di Indonesia yang terpilih untuk kegiatan Roadshow FKKHN 2018 tersebut, yaitu Aceh, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Ambon, dan Bandung. Balikpapan termasuk salah satu kota yang beruntung tersebut.

Disela-sela penyampaian materi, Thomas Helda juga sempat memuji kebersihan dari Kota Balikpapan. “Seandainya saya disuruh memilih untuk tinggal di Indonesia ini, saya memilih tinggal di Balikpapan, serius..”, tuturnya sambil menyakinkan peserta akan ucapannya tersebut.

Kegiatan yang berakhir pukul 15.00 WITA itu ikuti oleh para pelajar dan mahasiswa di Kota Balikpapan, bahkan berasal dari seberang, Penajam. Selain peserta dari SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan, yaitu SMK Negeri 2 Balikpapan, SMK Negeri 4 Balikpapan, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara dan lain sebagainya.

Para peserta juga mengumpulkan ide-ide cerita mereka untuk dipilih oleh panitia FFKHN sebagai nominator pitching forum FKKHN di hari berikutnya. Ide cerita yang terpilih akan diminta untuk dipresentasikan, dan jika lolos akan dikawal dalam pembuatan filmnya, serta menerima pendanaan sekitar 10 juta rupiah.

Diakhir acara, para peserta foto bersama dengan beberapa narasumber. Siswa-siswi SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan juga turut foto bersama dengan Thomas Helda dan Danial Rifki.

Saat foto bersama Danial Rifki, ia bertanya mengenai asal sekolah mereka. “Dari SMK Nahdlatul Ulama ….”, jawab mereka dengan serentak.

“Saya juga NU”, kata senias muda peraih Penghargaan Piala Citra atas film layar lebar berjudul “Tanah Surga (katanya)”, dan Piala Citra untuk Film Pendek Terbaik pada FFI (Festival Film Indonesia) 2007  atas film  ‘Karena Aku Sayang Markus’ miliknya tersebut.

 

 

SMK NU Balikpapan merupakan salah satu sekolah berbasis Pondok Pesantren (Islamic Boarding School) yang berada di komplek Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien Jl. Letjend S. Parman No. 47 RT. 22 Kelurahan Sumber Rejo Kawasan Gn. Guntur, Kecamatan Balikpapan Tengah. Telp. 0542-733422.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

SMK NU Ikuti Sosialisasi Akreditasi Sekolah/Madrasah di LPMP Kaltim

SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Akreditasi ...