Siswa SMK NU / Santri Ponpes Al Muttaqien

Kurikulum SMK Pesantren Cetak Generasi Emas

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis pesantren sangat berpotensi mencetak generasi emas tahun 2045 yang berbekal karakter atau akhlak yang luhur. SMK Pesantren memiliki keterampilan literasi yang tinggi dan memiliki kompetensi unggul abad ke-21. Para siswanya mampu berpikir kritis, analitis, kreatif, komunikatif, kolaboratif.

Para pengelola pendidikan di Indonesia harus mengetahui tiga kecenderungan global penting yang saat ini sedang terjadi. Pertama, berlangsungnya revolusi industri keempat yang ditandai kemajuan pesat aplikasi digital atau teknologi informasi dan komunikasi. Revolusi industri keempat telah mengubah sendi-sendi kehidupan, kebudayaan, peradaban, kemasyarakatan termasuk dunia pendidikan.

Kedua, semakin menegaskan fenomena abad kreatif yang menempatkan informasi, pengetahuan, kreativitas, inovasi, kolaborasi dan jejaring. Komponen tersebut merupakan sumber daya strategis bagi individu, masyarakat, korporasi atau negara.

Ketiga, integarasi seluruh belahan dunia yang disebabkan oleh globalisasi, internasionalisasi melalui teknologi informasi komunikasi dan transportasi.

Revolusi industri keempat telah memunculkan tatanan baru, ukuran baru, kebutuan baru yang harus dipenuhi dan dijawab oleh seluruh pemangku kebijakan pendidikan. Dunia pendidikan dituntut mampu menyiapkan sumber daya manusia sebagai kapital inteletual yang mampu beradaptasi dengan perkambangan zaman, memiliki daya saing yang khas melalui pembelajar sepanjang hayat.

Sesuai proyeksi Bapenas pada tahun 2030 Indonesia memerlukan tambahan sebanyak 58 juta tenaga kerja yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan domestik di Indonesia. Kebutuhan tersebut dipenuhi dari tenaga kerja dalam negeri yang dicetak melalui sekolah-sekolah di dalam negeri seperti SMK. “Karena jika kebutuhan tersebut diisi oleh tenaga asing maka negeri kita akan kehilangan kedaulatan kerjanya,”.

SMK Pesantren mempunyai peran yang sangat penting dalam menjalan kebijakan Pemerintah di bidang penguatan pendidikan karakter. Hal itu sesuai amanat Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Karakter moral keagamaan seperti akhlak mulia, karakter moral kebangsaan seperti cinta tanah air dan karakter kinerja seperti kerja keras, kreatif, tangguh, disiplin dan cerdas melalui keteladanan sebenarnya telah diajarkan di pesantren sejak lama.

SMK Pesantren diharapkan mampu mendorong kemampuan adaptasi, kolaborasi dengan dunia luar melalui pembelajar sepanjang hayat. Yang perlu diperkuat oleh SMK saat ini adalah membangun budaya pelayanan dan pemasaran yang semakin baik, cepat, dekat, murah dan menanamkan jiwa kewirusahaan.

Disampaikan oleh Staff Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pembangunan Karakter, Arie Budiman pada Purnawiyata ketujuh SMK Cordova Margoyoso, Pati, Jawa Tengah. (5 Mei 2018) Sumber : NU Online

SMK NU Balikpapan merupakan salah satu sekolah berbasis Pondok Pesantren (Islamic Boarding School) yang berada di komplek Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien Jl. Letjend S. Parman No. 47 RT. 22 Kelurahan Sumber Rejo Kawasan Gn. Guntur, Kecamatan Balikpapan Tengah. Telp. 0542-733422.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

4 Aspek Harus Jadi Pedoman Guru NU

Untuk menjadi guru Nahdlatul Ulama (NU) yang baik, setidaknya ada ...