Analisis Peran Guru Terhadap Karakteristik Peserta Didik Di SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan

Analisis Peran Guru Terhadap Karakteristik Peserta Didik
Di SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan

Oleh : Abdur Rohim, S.Kom

 

1.    PENDAHULUAN

Guru (baca: Pendidik) merupakan bagian penting didalam komponen satuan pendidikan (sekolah). Demikian pula dengan peserta didik.  Seseorang  tidak  akan  bisa  disebut  sebagai  pendidik  jika  tidak ada   peserta   didik   yang   dididik, dibimbing, dan dilatihnya.

Didalam proses pendidikan, guru memiliki peran tertentu terhadap peserta didik agar pendidikan berjalan dengan baik. Peran guru tersebut menjadi sebuah profesi dengan keahlian mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Peran guru terhadap peserta didik ditengah peserta didik yang memiliki karakteristik berbeda-beda merupakan hal menarik untuk dikaji. Terlebih didalam satuan pendidikan dimana penulis mengajar saat ini yaitu SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan.

SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan merupakan salah satu sekolah kejuruan swasta yang berada dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien Balikpapan Kalimantan Timur. Sebagai sekolah yang berada dibawah naungan pesantren, maka kondisi peserta didik tidak lepas dari sosok mereka sebagai peserta didik di sekolah dan sebagai santri di pesantren.

 

2.    PEMBAHASAN

Berdasarkan uraian diatas, penulis bermaksud mengkaji berdasarkan beberapa rumusan masalah yang penulis buat. Rumusan masalah tersebut sebagai berikut: Bagaimana karakteristik peserta didik di SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan ? dan Bagaimana kesesuaian peran guru terhadap karakteristik peserta didik di SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan ?.

Dengan mengangkat rumusan masalah tersebut, penulis memiliki tujuan agar pembaca mampu memahami karakteristik peserta didik di SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan dan memahami sejauh mana kesesuaian peran guru terhadap karakteristik peserta didik di SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan.

Karakter, didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online diartikan sebagai tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Dengan istilah lain adalah watak.  Sementara karakteristik yang berasal dari kata istilah karakter yang berarti ciri, tabiat, watak, dan kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang yang sifatnya relatif tetap.

Ketika dikaitkan dengan peserta didik, maka sebagaimana dikemukakan Ardhana dalam Asri Budiningsih (2017: 11) bahwa karakteristik peserta didik berarti satu variabel dalam desain pembelajaran yang biasanya didefinisikan sebagai latar belakang pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik termasuk aspek-aspek lain yang ada pada diri mereka seperti kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran dan ciri-ciri jasmani serta emosional siswa yang memberikan dampak terhadap keefektifan belajar.

Karakteristik peserta didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan motorik.

a. Karakteristik Peserta Didik

Berdasarkan ruang lingkup karakteristik peserta didik diatas, data peserta didik, dan pengamatan secara langsung peserta didik di SMK Nahdlatul Ulama  Balikpapan diketahui bahwa terdapat beragam karakteristik peserta didik di SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan. Namun, dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu dan lain sebagainya, maka penulis hanya membatasi bahasan mengenai karakteristik peserta didik pada 4 (empat) aspek saja, yaitu Etnik, Kultural, Status Sosial dan Minat.

      1. Etnik

Etnik didalam KKBI Online berarti bertalian dengan kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya.

Secara etnik, peserta didik di SMK Nahdlatul Ulama terdiri dari etnik Jawa (Jawa, Sunda), Kalimantan (Banjar), Madura, Sulawesi (Makassar, Bugis,) dan lain sebagainya. Sehingga dapat dikatakan bahwa peserta didik di SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan adalah multi etnik.

      1. Kultural

Budaya (Kultur)   adalah   suatu   cara   hidup   yang   berkembang   dan   dimiliki bersama  oleh  sekelompok  orang  dan  diwariskan  dari  generasi  ke  generasi. Budaya  terbentuk  dari  banyak  unsure  yang  rumit,  termasuk  sistem  agama dan  politik,  adat  istiadat,  bahasa,  perkakas,  pakaian,  bangunan,  dan  karya seni.  Seseorang  yang  berusaha  berkomunikasi  dengan  orang-orang  yang berbeda   budaya   akan   menyesuaikan   perbedaan-perbedaannya,   dan   ini membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. (Sulasman, dkk, 2013: 20)

Dengan latar belakang etnik yang berbeda, otomatis juga terdapat kultur (budaya) yang berbeda pada masing-masing peserta didik didalam hal tertentu. Salah satunya adalah bahasa daerah tertentu yang masih dipakai oleh sebagian peserta didik didalam berinteraksi dengan sesamanya. Misalnya, peserta didik yang memiliki latar belakang keluarga berasal dari etnik Jawa. Didalam suatu kesempatan, saat dipanggil oleh orang yang lebih tua, mereka menjawab “dhalem” untuk kata iya.

Unsur yang membentuk budaya (kultur) lainnya seperti system agama pada peserta didik SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan tidak beragam. Semuanya beragama Islam. Hal itu karena lingkungan sekolah yang mengharuskan demikian.

      1. Status Sosial

Status social yang dimaksudkan didalam pembahasan ini adalah status social ekonomi. Peserta didik SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan juga berasal dari status social ekonomi yang beragam. Hal tersebut dapat dilihat dari data pekerjaan orang tua peserta didik yang beragam. Mulai dari pengusaha besar, Pegawai Negeri Sipil  (PNS), pejabat, pedagang kecil, da’i (penceramah agama), petani dan lain sebagainya.

      1. Minat

Minat merupakan suatu hal yang memiliki hubungan dengan daya gerak yang akan mendukung seseorang untuk tertarik pada sebuah benda, pada aktivitas atau kegiatan tertentu. Sebagaimana dikemukakan oleh Crow and Crow.  Sementara Hurlock (1990: 114) menyatakan bahwa minat merupakan suatu sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang dipilihnya.

Minat yang dimaksud didalam pembahasan ini adalah minat belajar.Berdasarkan pengamatan secara langsung terhadap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan dapat dikatakan bahwa minat belajar peserta didik SMK Nahdlatul Ulama Balikpan tidaklah sama, ada peserta didik yang memiliki minat belajarnya tinggi, ada yang sedang, dan bahkan rendah.

b. Kesesuaian Peran Guru Terhadap Karakteristik Peserta Didik

Peran guru (baca: pendidik) di lingkungan pendidikan tidak lepas daripada tugas guru itu sendiri. Didalam Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 tahun 2005 pasal 1 ayat (1) guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Muhaimin, didalam buku Nuansa Baru Pendidikan Islam, (2006), menyebutkan bahwa peran guru yang beragam telah diidentifikasi dan dikaji oleh Pullias dan Young (1988), Manan (1990) serta Yelon dan Weinstein (1997). Peran tersebut meliputi :

    • Guru sebagai Pendidik
    • Guru sebagai Pengajar
    • Guru sebagai Pembimbing
    • Guru sebagai Pemimpin
    • Guru sebagai Pengelola pembelajaran
    • Guru sebagai Model dan teladan
    • Guru sebagai Anggota masyarakat
    • Guru sebagai Administrator
    • Guru sebagai Penasehat
    • Guru sebagai Pembaharu (inovator)
    • Guru sebagai Pendorong kreatifitas
    • Guru sebagai Emansipator
    • Guru sebagai Evaluator
    • Guru sebagai Kulminator

Ketika guru berperan didalam satuan Pendidikan sebagaimana yang termaktub diatas, maka guru akan dihadapkan pada karakteristik peserta didik. Sementara diketahui bahwa peserta didik pun memiliki karakteristik yang beragam.

Berdasarkan pengamatan aktifitas belajar mengajar di SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan, maka didapati beberapa hal yang dilakukan oleh guru didalam menghadapi karakteristik peserta didik yang beragam.

    1. Menghadapi keragaman etnik (multi etnik)

Guru sebagai pendidik sekaligus teladan memberikan contoh yang positif didalam menghadapi keragaman etnik didalam sekolah. Hal itu terbukti dengan tidak adanya kasus yang berkaitan dengan masalah keragaman etnik pada peserta didik.

Proses belajar mengajar pun berjalan dengan baik dengan adanya kesadaran bersama, baik guru (pendidik) dan peserta didik terkait dengan keanekaragaman yang memang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Didalam berinteraksi dengan peserta didik, guru SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan menggunakan bahasa nasional (yaitu Bahasa Indonesia) yang sangat dipahami oleh peserta didik. Sehingga tidak ada hambatan didalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) maupun interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah.

    1. Menghadapi keragaman kultur

Sebagaimana dipaparkan sebelumnya bahwa keragaman kultur peserta didik SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan tidak nampak didalam aktifitas belajar.  Hal itu disebabkan karena peserta didik yang berlatar agama yang sama. Demikian pula unsur pembentuk kultur (budaya) lainnya yang tidak mempengaruhi aktifitas belajar mengajar karena tidak begitu nampak.

Guru SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan didalam menyampaikan materi kepada peserta didik tidak pernah menonjolnya budaya tertentu yang dapat menghambat peserta didik menerima pelajaran.

    1. Menghadapi keragaman status social

Beragamnya status social ekonomi dari peserta didik tidak membuat guru berlaku diskriminatif didalam menyampaikan materi pelajaran. Belum pernah ditemukan kasus peserta didik atau orang tua peserta didik menuntut keadilan kepada guru (termasuk kepada pihak sekolah), misalnya karena peserta didik diperlakukan tidak adil disebabkan latar belakang ekonomi.

Salah satu contoh peran guru didalam menghadapi siswa yang memiliki laptop dan tidak memiliki laptop. Meskipun didalam proses pembelajaran memerlukan laptop namun karena adanya peserta didik yang tidak memiliki laptop, maka guru biasanya membentuk kelompok tertentu yang terdiri dari siswa yang memiliki laptop dan tidak memiliki laptop. Dengan dibentuk kelompok yang demikian, maka masing-masing peserta didik akan mengambil peran sesuai dengan kebutuhan kelompoknya dan tumbuh sikap saling berbagi kepada temannya. Apa yang dilakukan oleh guru tersebut berarti telah menjalankan perannya sebagai Pengelola pembelajaran. Disamping peran lainnya sebagai pembimbing, teladan dan sebagainya.

    1. Menghadapi keragaman minat belajar

Sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa peserta didik SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan memiliki minat belajar yang bermacam-macam. Berdasarkan pengamatan secara langsung terhadap guru SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan, beberapa hal yang dilakukan didalam menghadapi hal tersebut adalah memberikan bimbingan    kepada    peserta didik,    modifikasi metode mengajar, membentuk kelompok-kelompok    kecil    di    dalam kelas,  menerapkan  sistem pembelajaran modul, memberikan apersepsi sebelum pembelajaran dimulai,   memberikan   tugas rumah    supaya    siswa    mempersiapkan materi dan lain sebagainya.

 

3.    PENUTUP

Berdasarkan analisis diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa guru memiliki banyak peran didalam menghadapi peserta didik. Keragaman karakteristik tidak selayaknya dipandang sebagai hambatan bagi seorang guru didalam menjelakan perannya. Sebaliknya guru harus mengambil perannya sebagai pembimbing dan teladan didalam menghadapi keragaman tersebut.

Didalam 4 (empat) aspek yang dikaji tersebut, penulis memandang bahwa berbagai hal yang dilakukan oleh guru SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan menghadapi karakteristik peserta didik yang beragama telah sesuai dengan perannya.

Penulis menyadari bahwa analisis ini banyak sekali memiliki keterbatasan dan kekurangan. Oleh karena itu, saran dan masukan selalu penulis harapkan.

 

REFERENSI

KBBI Online https://kbbi.web.id (karakter, minat). Diakses 22 Agustus 2020.

Modul Pedagogi 1 – Kegiatan Belajar 2 : Karakteristik Peserta Didik

Modul Pedagogi 2 – Kegiatan Belajar 3 : Tugas Pokok dan Fungsi Guru Abad 21

Anonim. 2020. Pengertian Minat Karakteristik dan Contohnya Menurut Para Ahli  https://pendidikan.co.id/pengertian-minat-karakteristik-dan-contohnya-menurut-para-ahli/. Diakses 22 Agustus 2020.

Anonim. 2015. Peran Guru Dalam Pendidikan. http://edhakidam.blogspot.com/2015/01/makalah-peran-guru-dalam-pendidikan.html. . Diakses 22 Agustus 2020.

Nur Latifa, Alfi, dkk. Peran Guru Dalam Proses Pembelajaran. http://arindaningtyas.blogs.uny.ac.id/2017/11/21/makalah-peran-guru-dalam-proses-pembelajaran/ . Diakses 22 Agustus 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Membangun Kerja Tim di Sekolah

Kesuksesan dalam pelaksanaan program-program sekolah tidak akan bisa dicapai kecuali ...

Hubungi via WA